Longsor Malalak Akibat Maraknya Penambangan Liar

Untuk kesekian kalinya, Kawasan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatra Barat dilanda longsor. Rentannya daerah ini dari bencana longsor disinyalir akibat maraknya penambangan liar oleh masyarakat sekitar.

Terakhir, Senin (18/4) kemaren, longsor yang terjadi pada sore hari sebabkan Arman, Sekretaris Camat Malalak Timur tewas akibat tertimbun material longsoran.

Sejak dibuat jalur alternatif Padang- Bukittinggi, tiga tahun lalu, daerah yang terletak di kaki Gunung Singgalang ini banyak bermunculan tabir material yang gampang diambil.

Momentum ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk mengaruk uang dengan menggali bahan material yang bermunculan. Hal ini juga didorong oleh toko bangunan serta masyarakat yang membutuhkan berbagai bahan material untuk bangunan.

Kandungan material yang ada disana antara lain, batu, pasir, dan kerikil. “Salah satu titik yang paling laris adalah di Nagari Malalak Timur,” ujar Camat Malalak Bambang W, saat dihubungi via telepon, Selasa (19/4).

Dia menjelaskan, untuk membangun jalan alternatif tersebut, pihak kontraktor harus memotong batu-batu besar yang terletak di tebing. Akibatnya, menarik minat masyarakat sekitar untuk melakukan penambangan serta mengambil batu diarea tersebut.

“Penambangan liar di sekitar wilayah Malalak lebih dari 10 titik. Alasannya adalah masalah ekonomi,” terangnya.

Dia menambahkan, sebelum dibangunnya jalan alternatif, tak ada masyarakat yang berprofesi sebagai penambang.

Makanya, dia yakin, eksodus masyarakat menjadi penambang karena ada kesempatan serta orderan dari berbagai pihak.

Untuk menghentikannya, Bambang mengaku sangat sulit karena karakter masyarakat yang merasa punya hak melakukan penambangan.

“Daerah tersebut, sudah sering pihak kepolisian melakukan razia, namun penambang dengan cerdik menghilang. Setelah razia usai, mereka kembali lagi,” sambung Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Ade Edward.

Kondisi demikian, dia yakin, selain faktor hujan, longsor yang menyebabkan tewasnya Sekretaris Camat Malalak, sore kemaren itu juga akibat ulah masyarakatnya sendiri.

Bambang berjanji akan memprioritaskan permasalahan ini untuk dibahas di tingkat Kabupaten Agam. “Kita juga akan mensosialisasikan bahaya penambangan liar bagi keselamatan jiwa,” ujarnya.

“Kita juga akan bicara dengan tokoh-tokoh masyarakat Malalak,” imbuhnya.

Selain itu, Bambang mengatakan, disekitar wilayahnya juga ada ilegal logging. “Saya sudah menerima laporan tentang ini, nanti akan saya tindak lanjuti,” katanya.

“Kita akan segera membahas permasalahan ini dengan Kepala Komando Rayon Militer dan Kepala Polisi Sektor Malalak,” jelasnya.

Lebih lanjut Ade Edward menjelaskan, pembangunan jalan Sicincin – Malalak – Balingka (Simalaka) sepanjang 45 kilometer tersebut ditujukan untuk jalur alternatif Padang – Bukittinggi.

Berdasarkan penelusuran yang pernah dilakukan penulis, dengan melewati jalur ini, waktu tempuh Padang-Bukittinggi lebih hemat setengah jam dibanding jalur reguler yang ada.

Namun, tambah Ade, pengerjaan jalan masih belum rampung, sehingga arus transportasi belum diarahkan pada jalur ini.

“Pengerjaannya juga sangat sulit karena banyak tebing yang harus dipotong,” ujarnya.

Jalur yang pernah menjadi pelarian perampok ATM Kampus Univeritas Bung Hatta ini banyak titik rawan longsor.

Untuk mengurangi resiko, Dinas Pekerjaan Umum setempat memasang rambu-rambu bahaya ancaman longsor di titik-titik tersebut.

Namun, Ade berharap masyarakat sekitar tidak lagi melakukan penambangan liar agar kaki Gunung Singgalang tidak semakin lumpuh.

Kesadaran masyarakat ini, juga diharapkan bisa meminalisir kemungkinan longsoran dari pinggang Gunung Singgalang ketika hujan menghampiri daerah itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: