Kepala BNPB Kritisi Leadership SKPD Dalam Penanganan Mentawai


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif mengkritisi kepemimpinan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)  dan stakeholder lainnya dalam penanganan Mentawai paska tsunami 25 Oktober lalu.

Saat memimpin rapat koordinasi penanganan Mentawai di Rumah Dinas Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Padang, Rabu (15/12), Syamsul Maarif menyodorkan pertanyaan kenapa tanggap darurat dicabut kepada SKPD dan Bupati Mentawai Edison Saleuleubaja.

“Tanggap darurat itu untuk mempermudah, kita punya peraturan sendiri, akhirnya kabupaten jadi kelabakan dalam penanganan bencana ini,” katanya.

Kekesalan ini bermula dari saling tekan menekan. Kepala BNPB mengaku SBY mempertanyakan tentang penanganan Mentawai.

Dalam forum tersebut, ia mencari jawaban lewat bertanya kepada bupati dan gubernur tentang pekerjaan penanganan yang belum selesai, lalu bagaimana pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan tersebut.

“Penyampaian laporan dari bawah tidak ada kekompakan. Ketika butuh bantuan jelaskan dengan konkret, jangan menerima bantuan setengah-setengah,” terang Syamsul Maarif.

Rapat koordinasi tertutup tersebut dihadiri oleh Kepala BNPB, Bupati Mentawai, Wakil Gubernur Sumbar, Kepala dan jajaran BPBD Sumbar, jajaran SKPD lainnya, serta PMI dan IOM.

Lanjut Syamsul Maarif, Pak Bupati Mentawai jangan ragu minta duit tapi harus sesuai dengan prosedur.

“Malam ini, masalah Mentawai harus tuntas, kita duduk disini untuk itu, disini juga ada PMI, IOM dan lembaga lain yang akan membantu,” ujar Syamsul Maarif.

Dalam forum tersebut disebutkan hunian sementara yang akan dibangun untuk korban tsunami Mentawai menjadi 1.632 unit atau meningkat dibandingkan sebelumnya yang berjumlah 1.028 unit.

Rinciannya adalah 516 unit dibangun oleh PMI di Pagai Selatan, 450 oleh BNPB di Pagai Utara, dan 666 unit masih belum jelas karena dibutuhkan dana tambahan sebanyak Rp 15,2 miliar untuk beli bahan dan biaya transportasi.

“Dari 15,2 miliar tersebut, telah terkumpul uang senilai 12,86 miliar. Kekurangannya sebanyak 7,2 miliar akan dipenuhi oleh BNPB,” lanjut Syamsul Maarif.

Dalam rapat koordinasi tersebut juga diputuskan, penanganan Mentawai dikembalikan pada status tanggap darurat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: