Industri Perabotan Kebanjiran Pesanan

GEMPA membawa berkah tersendiri bagi pengusaha perabotan di Padang Pariaman. Pesanan perabotan seperti pintu, jendela, dan kusen meningkat dibandingkan sebelum gempa akhir September lalu.

Selain pesanan meningkat, harga kayu juga ikut meningkat. “Sebelum gempa harga kayu berkisar Rp 1,2 juta perkubik, sedangkan pasca gempa harga kayu berkisar Rp 2,2 juta perkubik,” tutur Dedi Syarial di Kampung Tangah, Bintungan Tinggi, Padang Pariman, Sabtu (21/08/2010).

Meningkatnya harga kayu yang mencapai 100% ini dipengaruhi oleh banyaknya permintaan masyarakat untuk kebutuhan perbaikan rumah. “Tingginya harga juga dipengaruhi oleh karena semakin sulitnya untuk mendapatkan kayu seperti surian ataupun kelapa,” timpal Dedi.

“Sedangkan untuk berharap pasokan kayu dari hutan tidak akan terwujud karena sering razia. Makanya kami memaksimalkan kayu yang ada disekitar sini,” ujar Dedi.

Saat ini, industri perabot Dedi banyak menyediakan perabotan dan kusen yang terbuat dari Batang Bayur. Tiap batang bayur dibeli kepada masyarakat sebesar Rp 2,2 juta. “Kami membeli langsung di parak-parak masyarakat yang ada disekitar Kampung Tangah,” kata Dedi.

Untuk jendela berukuran 1,5 meter, Dedi menjualnya Rp 250 ribu. Konsen perlubang Rp 300 ribu. Sementara itu, lemari berpintu dua dijual senilai Rp 600 ribu.

“Untuk pintu dan kusen umumnya dipesan oleh warga korban gempa.,” ucap Dedi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: