Rumah Hancur, Sawah Gagal Panen

SUDAH jatuh tertimpa tangga, itulah mungkin nasib yang menimpa masyarakat Nagari Parit Malintang, Kabupaten Padangpariaman. Rumah hancur akibat gempa, sawah yang jadi tumpuan penghasilan tidak bisa menghasilkan.

Bermula dari gempa September 2009 merontokkan Bukit Aneh, Korong Pasa Dama, Nagari Parit Malintang, Kecamatan VI Lingkung, Kabupaten Padangpariaman, yang menjadi lokasi kantor bupati baru.

Material bukit lalu jatuh dan menimbun sekitar 150 hektar sawah dibawahnya. Akibatnya 100 hektar sawah lima kali mengalami gagal panen dan sisanya 50 hektar, beberapa kali gagal panen.

Ketua Kelompok Petani Parit Malintang, Sulfahmi kepada Sandereh mengatakan, sebenarnya pemerintah telah menjanjikan akan ada ganti rugi saat pembangunan kantor dimulai namun harga tanah yang akan diganti tidak sesuai dengan keinginan warga. “Harga yang ditawarkan empat kali dibawah harga NJOP,” kata Sulfahmi.

Alhasil, sebagian pemilik sawah menolak, sebagian lainnya menerima. Para petani tersebut lalu menggelar sejumlah aksi ke kantor DPRD setempat. Setelah beberapakali demo, akhirnya pemerintah bersedia memberi ganti rugi.

“Untuk ganti rugi tahap pertama dicairkan tahun 2010, untuk pemilik sawah yang gagal panen sebanyak lima kali dan akan diganti setengah kerugiannya, tahap kedua dicairkan 2011 dan 2012, dengan nilai sepertiga hasil panen,” kata Sulfahmi.

Selain itu, mereka juga menuntut agar pemerintah membuat irigasi, pengerukan air Batang Ulakan dan peninjauan ulang lokasi kantor bupati. (yose hendra/o)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: