Parak Laweh Menjadi Pilot Project Rehabilitasi dan Rekonstruksi Rumah

PADANG—Kelurahan Parak Laweh terpilih sebagai pilot project penanggulangan bantuan pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa tahun 2010 untuk Kecamatan Lubuk Begalung. Parak Laweh terpilih kerena memenuhi syarat seperti sebagian bangunan terutama rumah di kelurahan tersebut banyak yang mengalami kerusakan. Selain itu, dukungan menjadikan Parak Laweh sebagai pilot project datang dari seluruh lurah se-Kecamatan Lubuk Begalung.

Menurut Suhardi, Kepala Bagian Sosial Kecamatan Lubuk Begalung di kantornya, Rabu (31/3), sebagai keluarahan pilot project, Parak Laweh akan menjadi daerah perdana di Kecamatan Lubuk Begalung yang mendapatkan jatah rehabilitasi dan rekonstruksi rumah akibat gempa 30 September kemaren. ”Karena Kriteria dan pembentukan kelurahan pilot project ini merupakan kebijakan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Sumatera Barat, makanya masalah teknis dilapangan belum kami ketahui karena belum ada sosialisasi dari BNPB dan PU,” ujar Suhardi.

Lebih lanjut, Suhardi mengatakan, terdapat 465 kerusakan bangunan di Kelurahan Parak Laweh. ”Untuk tahap pertama akan direalisasikan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah untuk 174 rumah rusak berat dan 16 rusak sedang sebagai wujud terpilihnya kelurahan ini menjadi pilot project pemerintah,” kata Suhardi.

Kriteria bantuan untuk daerah pilot project adalah rumah rusak berat dan rumah rusak sedang. Untuk rusak berat dijanjikan Rp 15 juta dan rusak ringan sebesar Rp 10 juta. Untuk mendukung kelancaran pilot project ini, maka kecamatan membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang terdiri dari 20-25 KK. ” Pokmas terdiri dari warga korban gempa dan untuk tahap pertama terbentuk 8 Pokmas di Kelurahan Parak Laweh,” ucap Suhardi.

Selanjutnya, Suhardi mengatakan, semenjak ditunjuk menjadi kelurahan pilot project, anggota Pokmas telah menjalankan fungsinya yakni, verifikasi data tingkat kelurahan, pembentukan rekening Pokmas, dan pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sedang berjalan. ”RAB diajukan pada BNPB yang berguna untuk pedoman bagi warga untuk menyesuaikan dana yang 15 juta dengan hal yang akan dibangun,” ujar Suhardi. (yose)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: